Bukan kisah cinta hanya kisah lucu

Pernahkah kita jatuh cinta saat kita masih kecil? Saat kita merasakan detak indah pertama kalinya. Membayangkan saja bisa membuatku tertawa sendiri, lucunya keadaan saat itu. Dulu seorang anak perempuan yang menyukai seorang laki-laki hanya bisa diam dan mengaguminya dari jauh. Tersenyum saat dia tersenyum, sedih melihatnya sedih. 

Kenangan seperti itu begitu menyenangkan. Diam-diam curi-curi pandang. Berusaha untuk hanya melihatnya saja. Semuanya begitu manis tersasa.

Ini bukan cinta yang dalam tapi juga bukan cinta yang biasa. Ini perjalanan cinta yang manis di masa kecil. Cinta monyet kata orang. Sebuah cerita lucu yang terangkai dari memory masa kecil mengingatnya saja sudah membuatku tertawa. Semua terasa begitu indah tanpa harus dia tau seperti apa rasa ini. 

Rasanya sangat berbeda dengans saat ini, dimana cinta harus memiliki, harus ada kontak fisik, bahkan anak SD jaman sekrang sudah tau betul apa itu pacaran. Miris memang keadaannya, Seperti rasa malu sudah tidak ada harganya lagi.

Dia adalah sahabat masa kecilku. Dia tidak pernah baik padaku tapi aku terlalu bodoh untuk berfikir hal lain. Aku hanya terus mengikutinya kemanapun dia pergi. Suatu ketika kita pernah berenang di sebuah kolam ikan, (dulu kolam renang itu jauh dan mahal) pada hal dia tahu aku tidak bisa berenang tapi dia mendorongku di tengah-tengah kolam sampai aku tenggelam. Untuk ada sahabatku yang lain yang menolongku. Tapi meski begitu aku terus saja mengikutinya kemanapun dia pergi.

Terkadang aku malu sendiri jika teringat moment itu. Bagaimana bisa aku tetap saja menempel seperti perment karet, pada hal dia selalu saja membuatku menangis. Ini hanya sepenggal cerita yang terlewatkan. Cerita di masa yang berlalu.


Dan cerita itu sudah sangat lama terjadi, kini itu hanya menjadi kisah lucu bukan kisah cinta. Yang berlalu. Mungkin jika kita bertemu sekarnag jadinya akan sangat canggung dan aneh karna status sosial kita. Begitulah hidup ini berjalan. 

Komentar

Posting Komentar