KECEWA

Rasa kecewa sunggu sangat menyesakkan meski bisa bertahan tapi bukan untuk selamamnya. Kekecewaan yang dalam hanya akan menjadi bom waktu. Menunggu saatnya kehilangan kendali. Menunggu untuk terlupakan. Tapi memangnya adakah kekecewakan yang mudah di lupakan?

Pernahkah merasa di bohongi atau di khinati itulah penyebab awal dari kekecewaan yang dalam. Terkadang kaum pria (dalam sebuah hubugan perempuan dan laki-laki) tidak menyadari akan hal itu. Karna kekecewaan mejadi akibat terbesar dalam perpisahan. Seorang perempuan mungkin bisa saja melupakan kebohongan pertama seorang pria tapi bukan berarti itu tidak di hitung. Perempuan bisa saja memaafkan pengkhianatan untuk yang pertama kalinya, tapi bukan berarti itu terhapus begitu saja. Semua berawal dari komitment dan komuniaksi sejak awal hubungan.

Memafakan itu mudah tapi melupakan kekecewaan itu sulit.



Saat merasa tidak nyaman karna kebohongan seorang lelaki tapi si perempuan masih memiliki perasaan biasanya akan cendrung diam, bertahan Katanya. Apapun itu seperti itulah wanita pada dasarnya. Tapi jika sudah mengambil keputusan itulah yang akan terjadi. Perrempuan muingkin terlihat lemah mudah memaafkan, mudah iba, sabar tapi apakah itu kelemahan? Bagiku itu adalah kekuatan besar. Keberanian dan naluri hebat perempuan.

Kecewa membuat kita lebih waspada pada apapun yang akan datang. Seperti membuat kita lebih terjaga dalam beberapa hal dan sosial. Kekecewan dengan seorang sahabatpun akan membuat persahabatan itu tidak bertahan lama karna hilangnya rasa nyaman.

Kebohongan kecil mungkin tidak berdampak besar pada saat itu, tapi tanpa kita sadari setiap kebohohngan itu pasti memiliki titik lemah dan tanpa di sadari si pembohong bahwa yang di bohongi itu tau.

Beberapa orang berpendapat bahwa kecewa adalah perasan yang terlalu berharap pada seseorang, mungkin saja benar mungkin saja tidak. Semua bergantung pada kominukasi yang terjalin.

Komentar